Eksistensi Guru PAK dalam Penguatan Karakter Musyawarah Mufakat Kepada Siswa di Sekolah

Authors

  • Endi Tanaem Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Yakobus Adi Saingo Institut Agama Kristen Negeri Kupang

DOI:

https://doi.org/10.54066/jikma.v3i1.3080

Keywords:

Consensus Deliberation, PAK Teacher, Student Character

Abstract

Indonesia as a democratic country rich in diversity, requires a deliberative approach in social interactions to reach agreements and overcome differences. Consensus deliberation not only functions as a method of decision making, but also as a means of developing students' social skills, such as communication and empathy. This article aims to analyze the existence of PAK teachers in strengthening the value of deliberation and consensus among students in schools. The method used is qualitative, where data/information collection is obtained from interviews, observation and literature study. Data analyzed in a reduced manner revealed the results of the study that there are three main roles of PAK teachers through the learning process in schools, including: instilling the importance of deliberation which can be applied through direct teaching, contextualization, and as a discussion facilitator. The application of the value of deliberation and consensus by PAK teachers contributes to academic understanding and the formation of student character. There is a need to develop skills by PAK teachers in facilitating discussions and creating inclusive activities, so that students can experience the real benefits of consensus deliberation in everyday life. With the spirit of upholding mutual deliberation in various school activities, PAK teachers have trained students to be open through conducive communication and willing to accept various forms of differences of opinion so that every decision made is the result of mutual agreement.

References

Ariqurrohman, A., & Khasan, M. (2025). Hubungan Komitmen Organisasi dan Interaksi Sosial Terhadap Kohesivitas Pada Anggota BEM. Jurnal Pendidikan, 13(1), 113–121.

Clarine, M., & Hidradjat, J. (2025). Pendekatan Konseling Pastoral sebagai Solusi dalam Mengatasi Kecemasan. AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis, 5(1), 417–432.

Djamarah, S. B. (2010). Guru & Anak Didik dalam Interaksi Edukatif Suatu Pendekatan Teoretis Psikologi. Rineka Cipta.

Fauzi, K. A., & Purbasari, R. (2019). Peran Budaya Organisasi Dalam Manajemen Konflik Pada Tempat Kerja Di Era Digital. Jurnal Bisnis Dan Manajemen (JBM), 6(2), 127–133.

Firmansyah, M., Masrun, M., & Yudha S, I. D. K. (2021). Esensi Perbedaan Metode Kualitatif Dan Kuantitatif. Elastisitas - Jurnal Ekonomi Pembangunan, 3(2), 156–159. https://doi.org/10.29303/e-jep.v3i2.46

Fisher, R., Ury, W., & Patton, B. (2020). Getting to Yes: Trik Mencapai Kata Sepakat Untuk Setiap Perbedaan. Gramedia Pustaka Utama.

Istianah, A., Maftuh, B., & Malihah, E. (2023). Konsep Sekolah Damai: Harmonisasi Profil Pelajar Pancasila Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. Jurnal Education And Development, 11(3), 1–14. https://doi.org/10.37081/ed.v11i3.5048

Kusumawardani, F., Akhwani, Nafiah, & Taufiq, M. (2021). Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-nilai Pancasila melalui Keteladanan dan Pembiasaan di Sekolah Dasar. Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraaan, 6(1), 1–10. https://doi.org/10.24269/jpk.v6.n1.2021.pp1-10

Mahmud, A. (2024). Krisis Identitas di Kalangan Generasi Z dalam Perspektif Patologi Sosial pada Era Media Sosial. Jurnal Ushuluddin, 26(2), 279–311.

Nainggolan, D. M., Nome, N., & Manggoa, R. S. T. (2021). Pentingnya Kontekstualisasi Pada Pendidikan Kristen. Phronesis: Jurnal Teologi Dan Misi, 4(1), 40–52. https://doi.org/10.47457/phr.v4i1.140

Novita, H., Adristya, K., Kholilatul, M., Rifqu, M. Al, Karina, S., & Taun. (2024). Mewujudkan Demokrasi Pancasila: Harmoni Antara Hak Dan Kewajiban Menjunjung Musyawarah Mufakat. Jurnall Inovasi Pendidikan, 7(5), 346–351. https://journalpedia.com/1/index.php/jip/article/view/1285

Nugrahani, R. N. (2023). Musyawarah Mufakat Dalam Pemilihan Ketua RT. JAMPARING: Jurnal Akuntansi Manajemen Pariwisata Dan Pembelajaran Konseling, 1(1), 19–25. https://doi.org/10.57235/jamparing.v1i1.954

Pokhrel, S. (2024). Pendidikan Holistik Sebagai Dasar Pembentukan Karakter. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(2), 7916–7931.

Putri, A. P. (2023). Disorganisasi Keluarga Mempengaruhi Perkembangan Kepribadian Anak. Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra Dan Budaya (SEBAYA) Ke-3.

Ramadhanti, S., & Handayani, T. (2020). Pembentukan Karakter Kerja Sama Siswa Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Entrepreneur. EKLEKTIK : Jurnal Pendidikan Ekonomi Dan Kewirausahaan , 3(2), 94–102.

Saingo, Y. A. (2023). Internalisasi Nilai-Nilai Karakter Religius Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di SD Inpres Lili. Apostolos: Journal of Theology and Christian Education, 3(1), 1–14.

Sakinah, R. N., & Dewi, D. A. (2021). IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA SEBAGAI KARAKTER DASAR PARA GENERASI MUDA DALAM MENGHADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRIAL 4.0. Jurnal Kewarganegaraan, 5(1). https://doi.org/10.31316/jk.v5i1.1432

Sodik, A. J., Santoso, G., Supatmi, & Winata, W. (2023). Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Komunikasi Efektif Untuk Kesepakatan Bersama di Kelas 4. JPT: Jurnal Pendidikan Transformatif, 2(4), 395–420. https://jupetra.org/index.php/jpt/article/view/647%0Ahttps://jupetra.org/index.php/jpt/article/download/647/371

Suantini, N. N., Suarni, N. K., & Margunayasa, I. G. (2024). Implementasi Teori Kognitif Sosial Bandura Melalui Media Video Animasi Cerita Rakyat Bali Untuk Meningkatkan Pendidikan Moral Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(1), 716–727.

Subiyakto, B., & Mutiani, M. (2019). INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN MELALUI AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI SUMBER BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL. Khazanah: Jurnal Studi Islam Dan Humaniora, 17(1). https://doi.org/10.18592/khazanah.v17i1.2885

Sugrah, N. U. (2020). Implementasi teori belajar konstruktivisme dalam pembelajaran sains. HUMANIKA, 19(2). https://doi.org/10.21831/hum.v19i2.29274

Wahid, L. (2023). Peran Guru Agama Dalam Menanamkan Kesadaran Sosial Menengah. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 6(2), 605–612.

Widodo, A. (2022). Strategi Pembelajaran Structural Academic Controversy Sebagai Upaya Alternatif Untuk Meningkatkan Ketrampilan Bermusyawarah-Mufakat. Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan Dan Pembelajaran), 971–985. http://repository.unpkediri.ac.id/9263/2/18. Artikel SEMDIKJAR 2022 1.pdf

Yusepa, I., & Komariah, W. S. (2022). Internalisasi Nilai Musyawarah/Mufakat Melalui Pembelajaran Sosiologi Berbasis Kearifan Lokal Duduk Adoik. Jurnal Paedagogy: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan, 9(3), 548–560. https://doi.org/10.33394/jp.v9i3.5347

Zuriah, N. (2021). Penanaman Nilai-Nilai Karakter Pancasila dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berbasis Polysynchronous di Era New Normal. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 6(1), 12–25. https://doi.org/10.21067/jmk.v6i1.5086

Downloads

Published

2025-02-21

How to Cite

Endi Tanaem, & Yakobus Adi Saingo. (2025). Eksistensi Guru PAK dalam Penguatan Karakter Musyawarah Mufakat Kepada Siswa di Sekolah. Jurnal Ilmiah Dan Karya Mahasiswa, 3(1), 259–273. https://doi.org/10.54066/jikma.v3i1.3080